Showing posts with label TUGAS. Show all posts
Showing posts with label TUGAS. Show all posts

Thursday, February 21, 2013

APLIKASI Pemeriksa MEMBRAN KONTAKTOR UNTUK PEMISAHAN CO2

Pemanasan global (global warming) merupakan permasalahan lingkungan yang telah banyak mendapat perhatian serius saat ini. Konsekuensi yang timbul akibat pemanasan global antara lain meningkatnya temperatur rata-rata bumi dan tinggi permukaan air laut, kemarau yang berkepanjangan, meluasnya gurun, adanya gelombang panas, terpecah belahnya ekosistem, dan berkurangnya aktivitas agrikultural. Gas CO2 memiliki kontribusi yang paling besar dalam efek rumah kaca, Berdasarkan observasi yang dilakukan laboratorium Mauna Loa, Hawaii, jumlah karbon dioksida di udara meningkat dengan cepat, dari 310 ppmv pada tahun 1958 sampai 370 ppmv di tahun 2001. Peningkatan jumlah karbon dioksida ini terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang memproduksi sekitar 24 milyar ton CO2 per tahun dan hanya setengahnya yang dapat diabsorb oleh proses alam.

CO2 dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk siklus karbon di alam, seperti yang kita ketahui tumbuhan membutuhkan CO2 untuk proses fotosintesis. Tapi, CO2 dalam jumlah besar juga dimanfaatkan di dalam industri kimia. Beberapa aplikasi gas CO2 antara lain :

1. Minuman berkarbonasi
2. Proses pembuatan urea
3. Produksi etanol
4. Fire extinguisher
5. Dry ice
6. Supercritical carbon dioxide

Gas CO2 dalam jumlah besar dapat ditemukan pada gas buang yang dihasilkan dari peralatan industri seperti steam generator, furnace, blast furnace pada industri besi dan baja, rotary kiln pada industri semen, dan lain sebagainya. Secara prinsip, berbagai cara dapat digunakan untuk pemisahan CO2. Pemilihan metoda yang cocok tergantung pada beberapa parameter, seperti konsentrasi CO2 di aliran umpan, sifat alami komponen umpan, tekanan dan temperatur. Pemilihan proses pemisahan CO2 dapat dilihat pada gambar-1 dibawah.

Berdasarkan diagram tersebut, proses yang paling banyak digunakan untuk pemisahan CO2 adalah absorpsi cairan. Absorben yang digunakan harus mempunyai kapasitas yang besar terhadap CO2 dan harus bisa diregenerasi.
Membran Kontaktor untuk Pemisahan CO2
Membran Kontaktor versus Kontaktor Gas/Cair
Secara umum proses absorpsi dilakukan menggunakan kontaktor gas-cair. Perpindahan massa kontaktor gas-cair diperoleh dengan kontak langsung dan dispersi satu fasa ke fasa yang lainnya. Kontaktor industri diklasifikasikan ke dalam tiga kategori tergantung pada fasa terdispersinya.
1. Kontaktor dimana cairan mengalir sebagai film tipis (contoh: packed column, disc contactors, dll).
2. Kontaktor dimana gas didispersikan ke dalam fasa cairan (contoh: plate column, bubble column, mechanically agitated contactors, dll).
3. Kontaktor dimana cairan didispersikan ke dalam fasa gas (contoh: spray column, venturi scrubbers, dll).
Sayangnya kontaktor konvensional ini memiliki beberapa kekurangan, antara lain: konsumsi energi yang besar, susah dioperasikan karena seringnya muncul masalah seperti flooding, foaming, channeling, dan entrainment. Keterbatasan teknologi ini menyebabkan proses menjadi kurang efisien dan biaya yang mahal.

Gambar-2: Membran Hollow Fiber

Teknologi alternatif yang tepat untuk menggantikan proses kontaktor konvensional adalah membran kontaktor hollow fiber. Sekarang pertanyaannya ialah, mengapa demikian? Untuk menjawab hal tersebut, marilah kita meninjau beberapa keuntungan membran kontaktor dibandingkan dengan kontaktor konvensional, antara lain:
1. Kontak bersifat non-dispersif sehingga tidak mungkin terjadi flooding dan entrainment
2. Laju alir gas dan cairan lebih rendah dari kontaktor konvensional dan dapat bervariasi secara bebas
3. Luas permukaan kontak yang sangat besar, yaitu 500-1500 m2/m3. Luas ini jauh lebih besar dari pada luas permukaan kontaktor konvensional yaitu 100-250 m2/m3
4. Hold up pelarutnya rendah, sangat atraktif untuk pelarut yang mahal
5. Scale-up dapat dilakukan dengan mudah
Keuntungan yang diberikan oleh membran kontaktor menyebabkan ukuran kontaktor menjadi jauh lebih kecil daripada kontaktor konvesional.


Gambar-3: Kontak Non-Dispersif pada Membran Kontaktor

Membran Kontaktor Hollow fiber
Aplikasi membran ini menggunakan modul hollow fiber. Apakah hollow fiber itu sebenarnya? Hollow fiber dapat diartikan sebagai membran kapiler yang terdiri dari bagian tube dan shell, persis seperti heat exchanger. Pada membran kontaktor, absorben mengalir didalam tube sedangkan aliran gas akan mengalir di bagian shell atau bisa juga sebaliknya. Jenis membran yang digunakan bisa berupa membran porous maupun membran non-porous. Pada membran non-porous, membran berfungsi sebagai batas antara fasa gas dan fasa liquid. Sedangkan pada membran porous, terjadi proses selektif dan perpindahan partikel yang terkontrol dari fasa gas ke fasa cairan. Akan tetapi, membran porous menyebabkan transfer perpindahan massa dari gas ke cairan menjadi kecil akibat tahanan dari membran. Sehingga,membran porous lebih disukai pada aplikasi membran kontaktor.
Seperti yang dijelakan di atas, pada membran kontaktor terjadi kontak non-dispersif, yang artinya tidak terjadi kontak secara langsung antara absorben dan gas. Permukaan (interface) fluida/fluida terbentuk pada mulut pori membran, dan perpindahan massa akan terjadi melalui difusi pada permukaan fluida di dalam pori membran. Berbeda dengan jenis membran reverse osmosis ataupun nanofiltrasi yang menggunakan tekanan sebagai gaya dorong karena pada membran kontaktor gaya dorong yang digunakan adalah perbedaan konsentrasi. CO2 akan berpindah dari gas yang memiliki konsentrasi CO2 tinggi menuju cairan absorben yang memiliki konsentrasi CO2 rendah.
Perpindahan Massa dan Modelling pada Membran Kontaktor Gas/Cair
Perpindahan massa suatu komponen dari fasa gas ke dalam cairan yang mengalir di dalam membran hollow fiber terdiri dari tiga tahap, yaitu difusi solute dari fasa bulk gas ke permukaan membran, difusi melalui pori membran ke permukaan cairan, dan difusi dari permukaan cairan ke fasa bulk cairan. Koefisien perpindahan massa overall tergantung pada resisten perpindahan massa individual, untuk fasa gas (1/kg), membran (1/km), fasa cairan (1/mkLE) dengan persamaan sebagai berikut [Kreulen et al]:

E adalah enhancement factor yang menunjukkan peningkatan laju absorpsi karena reaksi kimia dan m adalah kelarutan fisik komponen gas di dalam cairan absorben. Sedangkan g ialah koefisien perpindahan massa berhubungan dengan hidrodinamik.
Target dalam proses membran kontaktor adalah terjadinya perpindahan massa yang besar dari aliran gas menuju cairan absorben. Permasalahan utama yang muncul pada membran absorber adalah wetting.


Gambar-4: (a) Membran kontaktor gas/cair non-wetted ; (b) Membran kontaktor gas/cair wetted

Peristiwa wetting disebabkan karena masuknya cairan absorben ke dalam pori membran yang menyebabkan terjadi peningkatan hambatan pada peristiwa perpindahan CO2 menuju cairan absorben sehingga terjadi penurunan koefisien perpindahan massa secara siginifikan. Untuk membran berpori, tekanan minimum dibutuhkan oleh cairan untuk melakukan penetrasi ke dalam pori. Tekanan ini disebut tekanan breakthrough dan untuk menghidari wetting, tekanan cairan harus berada di bawah tekanan breakthrough. Selain itu, ada faktor lain yang harus diperhatikan seperti ukuran pori membran, dan sifat material dari membran


Gambar-5: SEM. Hollow Fiber in Detail. OD=0.6 mm

Aplikasi Komersial Membran Kontaktor
Beberapa perusahaan yang telah menggunakan membran kontaktor gas/cair untuk pemisahan CO2 secara komersial:
• Kvaerner Oil & Gas and W.L. Gore & Associates GmbH mengembangkan membran gas absorpsi untuk pemisahan gas asam dari gas alam dan gas buang dari turbin gas offshore. Pada proses ini, membran hollow fiber PTFE digunakan dengan pelarut fisik (Morphysorb) dan kimia (alkanolamine)
• TNO Environment Energy and Process Innovation (Belanda) telah mengembangkan proses MGA untuk pemisahan CO2 dari gas buang menggunakan membran PP hollow fiber. Pelarut yang digunakan disebut CORAL yang merupakan campuran garam dan asam amino.
Saat ini, teknologi membran kontaktor bergerak ke arah pemakaian dual hollow fiber membrane untuk proses absorsi dan desorpsi secara simultan. Saat ini, pemakaian membran kontaktor hanya digunakan pada proses absorpsi, sedangkan proses regenerasi dilakukan dengan menggunakan temperatur tinggi untuk melepaskan gas CO2 dari cairan absorben. Dari sisi energi, hal ini sangat tidak efisien. Oleh karena itu,dikembangkan proses desorpsi yang juga dilakukan melalui membran.


Gambar-6: Dual Hollow Fiber Membrane for CO2 Separation

Demikian ialah salah satu dari sekian banyak fungsi membran yang berguna untuk melengkapi dan meningkatkan perfomansi teknologi pemisahan CO2 yang sudah ada. Anda tertarik?? **** Prayudi Noverri - Majari Magazine

Referensi: The membrane contactors: environmental applications and possibilities, State of the art and recent progress in membrane contactors
Read More

Friday, February 1, 2013

Tips Menggunakan Animasi PowerPoint

Berikut ini beberapa tips menggunakan animasi dalam slide presentasi Anda.
  • Jangan gunakan animasi pada setiap slide. Tidak perlu memaksakan untuk menggunakan animasi dalam setiap slide.
  • Hindari kombinasi animasi yang berlebihan dalam satu slide. Misalnya huruf yang loncat-loncat dan animasi masuk kalimat yang beterbangan.
  • Hindari penggunaan animasi yang lambat. Jangan membuat audiens bosan menunggu selesainya animasi slide Anda.
  • Jangan menggunakan animasi transisi antar-slide lebih dari 3 jenis dan gunakan yang sederhana saja.
Demikianlah tips penggunaan animasi dalam membuat slide presentasi agar tidak membuat bosan atau malah mengalihkan perhatian audiens. Dengan pemilihan yang tepat, audiens Anda akan tertarik dan fokus pada isi presentasi yang dibawakan. Dengan demikian, tujuan melakukan presentasi akan terpenuhi.
Read More

Tuesday, December 11, 2012

KLASIFIKASI KERATITIS BERDASARKAN ETIOLOGI | Infeksi pada mata

A.KERATITIS
1.PENGERTIAN
Keratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrasi sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh. .

2.KLASIFIKASI KERATITIS BERDASARKAN ETIOLOGI
a.KERATITIS MIKROBIAL
Keratitis ini diakibatkan oleh berbagai organisme bakteri,virus, jamur, atau parasit, abrasi sedikitpun bisa menjadi pintu masuk bakteri. Kebanyakan infeksi kornea terjdi akibat trauma atau gangguan mekanisme pertahanan sistemis ataupun lokal.
keratitis bakterial
keratitis akibat dari infeksi stafilokokkus, berbentuk seperti keratitis pungtata, terutama dibagian bawah kornea
keratitis viral
keratitis dendritik herpetik
keratitis dendritik yang disebabkan virus herpes simpleks akan memberi gambaran spesifik berupa infiltrat pada kornea dengan bentuk seperti ranting pohon yang bercabang – cabang dengan memberikan uji fluoresin positif nyata pada tempat percabanagn.
Keratitits herpes zooster
Merupakan manifestasi klinis dari infeksi virus herpes zooster pada cabang saraf trigeminus, termasuk puncak hidung dan demikian pula kornea atau konjungtiva.
Keratitis pungtata epitelial
Keratitits dengan infiltrat halus pada kornea, selain disebabkan oleh virus keratitits pungtata juga disebabakan oleh obat seperti neomicin dan gentamisin.
Keratitits disiformis
merupakan keratitits dengan bentuk seperti cakram didalam stroma permukaan kornea, keratitis ini disebabkan oleh infeksi atau sesudah infeksi virus herpes simpleks

b.KERATITIS PEMAJANAN
Infeksi ini terjadi bila kornea tidak dilembabkan secara memadai dan dilindungi oleh kelopak mata. Kekeringan kornea dapat terjadi dan kemudian dapat diikuti ulserasi dan infeksi sekunder. Pemajanan kornea dapat diebabakan oleh karena keadaan eksoptalmus, paresis saraf kranial VII tetapi juga dapat terjadi pada pasien koma atau yang dianastesi.
Keratitis lagoftalmos
Terjadi akibat mata tidak menutup sempurna yang dapat terjadi pada ektropion palpebra, protrusio bola mata atau pada penderita koma dimana mata tidak terdapat reflek mengedip.
Keratitis neuroparalitik
Terjadi akibat gangguan pada saraf trigeminus yang mengakibatkan gangguan sensibilitas dan metabolisme kornea
Keratokonjungtivitis sika
Terjadi akibat kekeringan pada bagian permukaan kornea.
3.TANDA DAN GEJALA.
Manifestasi yang menyertai pada penderita keratitis adalah :
Inflamasi bola mata yang jelas
Terasa ada benda asing di mata
Cairan mukopurulen dengan kelopak mata salingmelekat satu sama lain
Rasa silau dimata

B.KONJUGTIVITIS

1.PENGERTIAN
Konjugtivitis adalaah inflamasi konjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan dan eksudat. Konjungtiva dan kornea merupakan bagian mata yang mudah berhubungan dengan dunia luar

2.ETIOLOGI
Peradangan konjugtiva diakibatkan oleh bakteri dan virus dan dapat pula disebabkan oleh asap, angin dan alergi
Klasifikasi konjungtivitis berdasarkan penyebabnya.
a.Konjungtivitis akut
Merupakan radang konjungtiva atau radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bola mata. Disebabkan oleh gonococcus virus, clamidia, alergi,toksik atau moluskum kontagiosum.
Manifestasi yang muncul adalah hiperemi pada kongjungtiva, lakrimasi, eksudat dengan sekret yang lebih nyata dipagi hari, pseudoptosis akibat kelopak mata membengkak, mata seperti ada benda asing.

Konjungtivitis bakterial akut
Konjungtivitis bakterial akut merupakan bentuk konjungtivitis murni dan biasanya disebabkan oleh staphilococcus, streptococuss pnemonie, gonococcus, haemofiluss influenza, dan pseudomonas

Konjungtivitis blenore
Blenore neonaturum merupakan konjungtivitis pada bayi yang baru lahir. Penyebabnya adalah gonococ, clamidia dan stapilococcus
Konjungtivitis gonore
Radang konjungtiva akut yang disertai dengan sekret purulen. Pada neonatus infeksi ini terjadi pada saat berada dijalan lahir. Pada orang dewasa penyakit ini didapatkan dari penularan penyakit kelamin pada kontak dengan penderita uretritis atau gonore
Manifestasi klinis yang muncul pada bayi baru lahir adanya sekret kuning kental, pada orang dewasa terdapat perasan sakit pada mata yang dapat disertai dengan tanda – tanda infeksi umum.

Konjungtiva difteri
Radang konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri difteri memberikan gambaran khusus berupa terbentuknya membran pada konjungtiva

Konjungtivitis angular

Peradangan konjungtiva yang terutama didapatkan didaerah kantus interpalpebra disertai ekskoriasi kulit disekitar daerah peradangan, kongjungtivitis ini disebabkan oleh basil moraxella axenfeld.

Konjungtivitis mukopurulen
Kongjungtivitis ini disebabkan oleh staphylococcus, pneumococus, haemophylus aegepty. Gejala yang muncul adalah terdapatnya hiperemia konjungtiva dengan sekret berlendir yang mengakibatkan kedua kelopak mata lengket, pasien merasa seperti kelilipan, adanya gambaran pelangi ( halo).

Blefarokonjungtivitis

Radang kelopak dan konjungtiva ini disebabkan oleh staphilococcus dengan keluhan utama gatal pada mata disertai terbentuknya krusta pada tepi kelopak


b.Konjungtivitis viral akut

Biasanya disebabkan oleh adenovirus atau suatu infeksi herpes simpleks. Infeksi ini biasanya terjadi bersama – sama dengan infeksi saluran pernafasan atas. Infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya setelah 3 minggu.
Keratokonjungtivitis epidemik
Radang yang berjalan akut, disebabkan oleh adenovirus tipe 3,7,8 dan 19. konjuntivitis ini bisa timbul sebagai suatu epidemi. Penularan bisa melalui kolam renang selain dari pada wabah. Gejala klinis berupa demam dengan mata seperti kelilipan, mata berair berat

Demam faringokonjungtiva

Kongjungtivitis demam faringokonjungtiva disebabkan infeksi virus. Kelainan ini akan memberikan gejala demam, faringitis, sekret berair dan sedikit, yang mengenai satu atau kedua mata. Biasanya disebabkan adenovirus tipe 2,4 dan 7 terutama mengenai remaja, yang disebarkan melalui sekret atau kolam renang.
Konjungtivitis herpetik
Konjungtivitis herpetik biasanya ditemukan pada anak dibawah usia 2 tahun yang disertai ginggivostomatitis, disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Kongjungtivitis new castle

Konjungtivitis new castle merupakan bentuk konjungtivitis yang ditemukan pada peternak unggas, yang disebabkan oileh virus new castle. Gejala awal tibul perasaan adanya benda asing, silau dan berai pada mata, kelopak mata membengkak


c.Konjungtivitis jamur
Infeksi jamur jarang terjadi, sedangkan 50% infeksi jamur yang terjadi tidak memperlihatkan gejala. Jamur yang dapat memberikan infeksi pada konjungtivitis jamur adalah candida albicans dan actinomyces.


d.Konjungtivitis alergik
Konjungtivitis alergik merupakan bentuk radang konjungtiva akibat reaksi alergi terhadap noninfeksi biasanya disebabkan oleh reaksi terhadap obat atau bahan toksik

e.Konjungtivitis kronis
Trakoma
Trakoma merupakan konjungtivitis folikular kronis yang disebabkan oleh chlamidia trachomatis, pasien akan mengalami gejala gatal pada mata, berair dan fotofobia

3.TANDA DAN GEJALA
Secara umum pasien yang mengalami tanda dan gejala sebagai berikut ;
Mata merah, bengkak, sakit, panas, gatal dan seperti kelilipan
Bila infeksi bakteri maka akan terdapat rasa lengket, serta mukopurulen
Bila infeksi karena virus maka akan bersifat sangat mudah menular apalagi pada mata sebelahnya..


C.UVEITIS

1.PENGERTIAN

Uveitis adalah inflamasi salah satu struktur traktus uvea, karena traktus uvea mengandung banyak pembuluh darah yang membeikan nutrisi pada mata dan karena membatasi bagian mata yang lain, maka inflamasi lapisan ini dapat mengancam penglihatan.

2.ETIOLOGI

Alergen, bakteri, jamur, virus, bahan kimia, trauma

3.KLASIFIKASI UVEITIS
a.UVEITIS ANTERIOR
Infeksi ini terjadi pada iris atau badan silier, dapat pula terjadi besama yang disebut iridosiklitis.penyakit ini memberikan gejala yang sangat khas yaitu berlangsung selama 2 – 4 minggu, kadang menunjukan gejala kekambuhan atau menjadi menahun yang akibatnya bisa mengalami kebutaan.
b.UVEITIS POSTERIOR
Infeksi terjadi pada khoroid atau retina
4.TANDA DAN GEJALA
Pasien akan mengalami nyeri, fotofobia, pandangan kabur, dan mata merah

D.PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.Uji fluoresein
Untuk mengetahui adanya kerusakan pada epitelkornea akibat erosi, keratitis epitelial, bila terjadi defek epitel kornea akan terlihat warna hijau pada defek tersebut
2.Uji sensibilitas kornea
Untuk mengetahui keadaan sensibilitas kornea yang berkaitan dengan penyakit mata akibat kelainan saraf trigeminus oleh herpes zooster ataupun akibat gangguan ujung saraf sensibel kornea oleh infeksi herpes simpleks
3.Uji fistel
Untuk melihat kebocorankornea atau fistel akibat adanya perforasi kornea
4.Uji biakan dan sensitivitas
Mengidentifikasi patogen penyebab
5.Uji plasido
Untuk mengetahui kelainan pada permukaan kornea

E.PENATALAKSANAAN
Pada pasien dengan infeksi kornea berat dirawat untuk pemberian tetes antimikroba seperti gentamisin 5mg/ml, tobramisin15mg/ml, atau sefuroksim 50 mg/ml setiap 30 menit sekali dan pemeriksaan berkala,untuk keratitis yang disebabakan oleh virus herpes simpleks pasien perlu diberikan virustatika seperti IDU trifluorotimidin dan acyclovir sedangkan untuk keratitis akibat herpes zooster pasien diberikan obat simptomatis saja seperti analgetika, vitamin dan antibiotika topikal. Selain itu tameng mata ( patch ) dan lensa kontak perlu dilepas dahulu sampi infeksi terkontrol, karena akan memperkuat pertumbuhan mikroba.

Sedangkan pasien dengan konjungtivitis biasanya hilang sendiri tapi tergantung dengan jenis penyebabnya. Penatalaksanaan pasien dengan kongjungtivitis bakteri sebelum terdapat pemerikaan mikrobiologi, klien dapat diberikan antibiotik unggal spektrum luas sepertigentamisin, kloramfenikol, polimiksin. Untuk konjungtivitis gonore, pasien dirawat dengan diberi penisillin salep dn suntikan untuk bayi dosisnya 50.000 unit/kg BB selama 7 hari. Sekret dibersihkan engan kapas yang dibasahi air rebus bersih atau garam fisiologis setiap 15 menit dan diberi salep penisillin. Selain itu pasien harus diajari bagaimana cara menghindari kontaminasi mata yang sehat atau orang lain, menanjurkan untuk tidak menggosok mata yang sakit kemudian mata yang sehat, menganjurkan untuk mencuci tangan setipa memegng mata yang sakit, menggunakan handuk, lap dan sapu tangan yang terpiah. Untuk konjungtivitis viral, penatalaksanaan bersifat simptomatik dan antibiotik diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder, untuk konjungtivitis herpetik diberikan antivirus asiklovir 400mg/hari selama 5 hari.sedangkan untuk konjungtivitis alergi biasanya akan sembuh sendiri, pengobatan ditujukan untuk menghindarkan penyebab dan menghilangkan gejala, sedangkan konjungtivitis sika diberikan air mata buatan.

Penatalaksanaan untuk uveitis, terapi perlu segera dilakukan untuk mencegah kebutaan, diberikan steroid tetes mata pada siang hari dan salep pada malam hari
Read More

Makalah Analis Kesehatan Bakteri Klebsiella, Klasifikasi, Morfologi, Identifikasi, Patogenetasi, Epidemologi, dan Pengobatannya

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Klebsiella pneumonia pertama kali ditemukan oleh Carl Friedlander. Carl Friedlander adalah patologis dan mikrobiologis dari Jerman yang membantu penemuan bakteri penyebab pneumonia pada tahun 1882. Carl Friedlander adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi bakteri Klebsiella pneumonia dari paru-paru orang yang meninggal karena pneumonia. Karena jasanya, Klebsiella pneumonia sering pula disebut bakteri Friedlander. Klebsiella pneumonia adalah bakteri Gram negatif yang berbentuk batang (basil). Klebsiella pneumonia tergolong bakteri yang tidak dapat melakukan pergerakan (non motil). Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, Klebsiella pneumonia merupakan bakteri fakultatif anaerob.
B. Manfaat
Dengan berbagai referensi yang dibutuhkan semoga pembaca dapat mengambil manfaat dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
BAB II
PEMBAHASAN
A. Klasifikasi Klebsiella
Kingdom     : Bacteria
Phylum        : Proteobacteria
Class           : Gamma Proteobacteria
Orde           : Enterobacteriales
Family         : Enterobacteriaceae
Genus          : Klebsiella
Species       : K. pneumonia

Klebsiella pneumonia pertama kali ditemukan oleh Carl Friedlander. Carl Friedlander adalah patologis dan mikrobiologis dari Jerman yang membantu penemuan bakteri penyebab pneumonia pada tahun 1882. Carl Friedlander adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi bakteri Klebsiella pneumonia dari paru-paru orang yang meninggal karena pneumonia. Karena jasanya, Klebsiella pneumonia sering pula disebut bakteri Friedlander. Klebsiella pneumonia adalah bakteri Gram negatif yang berbentuk batang (basil). Klebsiella pneumonia tergolong bakteri yang tidak dapat melakukan pergerakan (non motil). Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, Klebsiella pneumonia merupakan bakteri fakultatif anaerob.

Klebsiella pneumonia menyebabkan pneumonia dapat menginfeksi tempat lain di samping saluran pernafasan. Klebsiella merupakan suatu bakteri yang menimbulkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (hidung) yang kronis dan endemik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bakteri ini diberi nama berdasarkan penemunya, yaitu Edwin Klebs, seorang ahli mikrobiologi jerman di abad ke-19. Bakteri genus Klebsiella termasuk ke dalam suku Klebsiellae, anggota famili Enterobacteriaceae.

Klebsiella pneumonia/Fridlander bacillus ditemukan di dalam hidung, flora normal usus dan akan patogen bila menderita penyakit lain (penyakit paru-paru yang kronis).
Klebsiella ozaena penyebab penyakit azoena : mukosa hidung menjadi atrpopis progresif dan berlendir serta berbau amis
Klebsiella rhinoscleromatis : penyebab penyakit rhinocleloma yaitu penyakit menahun berupa granula dengan tanda-tanda sclerosis dan hipertropi jaringan dan menyebabkan kerusakan hidung dan farings.
Klebsiella aerogenes/Aerobacter aerogenes

Kuman ini mempunyai sifat sama dengan E. coli, terdapat di air, tanah, sampah dan lain sebagainya.
Dibedakan pada tes IMVic
E. coli : ++–
Klebsiella aerogenes : –++

Masuk dalam tubuh per oral, infeksi pada saluran urine biasanya setelah kateterisasi, maka perlu tes resistensi dahulu : Pada pasien usia Lanjut atau pasien dengan respon imun rendah, pneumonia tidak khas, yaitu berupa gejala non pernafasan seperti pusing, perburukan dan penyakit yang sudah ada sebelumnya dan pingsan. Biasanya frekuensi napas bertambah cepat dan jarang ditemukan demam.

Klebsiella pneumonia dapat memfermentasikan laktosa. Pada test dengan indol, lebsiella pneumonia akan menunjukkan hasil negatif. Klebsiella pneumonia dapat mereduksi nitrat. Klebsiella pneumonia banyak ditemukan di mulut, kulit, dan sal usus, namun habitat alami dari Klebsiella pneumonia adalah di tanah.

Klebsiella pneumonia dapat menyebabkan pneumonia. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Pneumonia yang disebabkan oleh Klebsiella pneumonia dapat berupa pneumonia komuniti atau community acquired pnuemonia. Pneumonia komuniti atau community acquired pnuemonia adalah pneumonia yang di dapatkan dari masyarakat. Strain baru dari Klebsiella pneumonia dapat menyebabkan pneumonia nosomikal atau hospitality acquired pneumonia, yang berarti penyakit peumonia tersebut di dapatkan saat pasien berada di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan.

Klebsiella pneumonia umumnya menyerang orang dengan kekebalan tubuh lemah, seperti alkoholis, orang dengan penyakit diabetes dan orang dengan penyakit kronik paru-paru.

tulisan lengkap dalam bentuk word, silahkan AMBIL : Makalah Analis Kesehatan, Susanti Dwi anggriani
Read More

Sunday, December 9, 2012

Logo Kampus Kesehatan yang ada di makassar

Read More

Thursday, November 29, 2012

Makalah Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan

Buat para siwa-siswi atau mahasiswa-mahasiswi yang di suruh membuat makalah kesehatan saya akan memberikan contohnya saja, anda bisa menjadikan Contoh Makalah Kesehatan ini sebagai sumber referensi dalam pembuatan makalah kesehatan.. untuk yang di bawah kita membahas tentang "Makalah Kesehatan Lingkungan".

=======================================================================

A. Latar Belakang

Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu atau determinan dalam kesejahteraan penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka kematian bayi pada suatu daerah disebabkan karena faktor perilaku (perilaku perawatan pada saat hamil dan perawatan bayi, serta perilaku kesehatan lingkungan ) dan faktor kesehatan lingkungan.

Pada masa yang datang pemerintah lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan wilayah yang berkesadaran lingkungan, sementara pihak pengguna infrastruktur dalam hal ini masyarakat secara keseluruhan harus disiapkan dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik (tahu sesuatu atau tahu bersikap yang semestinya) Masa datang kita dihadapkan dengan penggunaan IPTEK yang lebih maju dan lebih kompleks yang memerlukan profesionalisme yang lebih baik dengan jenjang pendidikan yang memadai.

Di samping itu dalam proses pembangunan masa datang, diperlukan adanya teknologi kesehatan lingkungan yang menitik beratkan upayanya pada metodologi mengukur dampak kesehatan dari pencemaran yang ditimbulkan oleh adanya pembangunan, Indikator ini harus mudah, murah untuk diukur juga sensitif menunjukkan adanya perubahan kualitas lingkungan.
 B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Kesehatan Lingkungan
2. Syarat-syarat Lingkungan Yang Sehat
3. Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
4. Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
5. Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
 C. Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui maksud, syarat-syarat, tata cara serta ruang lingkup dari pada kesehatang lingkungan

BAB II
PEMBAHASAN
 Makalah Kesehatan Lingkungan
A. Pengertian Kesehatan Lingkungan
Kesehatan lingkungan adalah kesehatan yang sangat penting bagi kelancaran kehidupan dibumi, karena lingkungan adalah tempat dimana pribadi itu tinggal. Lingkungan yang sehat dapat dikatakan sehat bila sudah memenuhi syarat-syarat lingkungan yang sehat.

Kesehatan lingkungnan yaitu bagian integral ilmu kesehatan masyarakat yang khusus menangani dan mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam keseimbangan ekologis.
Jadi kesehatan lingkungan merupakan bagian dari ilmu kesehatan mayarakat
 B. Syarat-syarat Lingkungan Yang Sehat
 1. Keadaan Air
Air yang sehat adalah air yang tidak berbau, tidak tercemar dan dapat dilihat kejernihan air tersebut, kalau sudah pasti kebersihannya dimasak dengan suhu 1000C, sehingga bakteri yang di dalam air tersebut mati.

2. Keadaan Udara
Udara yang sehat adalah udara yang didalamnya terdapat yang diperlukan, contohnya oksigen dan di dalamnya tidka tercear oleh zat-zat yang merusak tubuh, contohnya zat CO2 (zat carbondioksida).

3. Keadaan tanah
Tanah yang sehat adalah tamah yamh baik untuk penanaman suatu tumbuhan, dan tidak tercemar oleh zat-zat logam berat.
 C. Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
 1. Tidak mencemari air dengan membuang sampah disungai
2. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
3. Mengolah tanah sebagaimana mestinya
4. Menanam tumbuhan pada lahan-lahan kosong
 D. Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
1. Mengurangi Pemanasan GlobalDengan menanam tumbuhan sebanyak-banyaknya pada lahan kosong, maka kita juga ikut serta mengurangi pemanasan global, karbon, zat O2 (okseigen) yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan dan zat tidak langsung zat CO2 (carbon) yang menyebabkan atmosfer bumi berlubang ini terhisap oleh tumbuhan dan secara langsung zat O2 yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati oleh manusia tersebut untuk bernafas.

2. Menjaga Kebersihan LingkunganDengan lingkungan yang sehat maka kita harus menjaga kebersihannya, karena lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bersih dari segala penyakit dan sampah.Sampah adalah mush kebersihan yang paling utama. Sampah dapat dibersihkan dengan cara-cara sebagai berikut ;

a. Membersihkan Sampah OrganikSampah organik adalah sampah yang dapat dimakan oleh zat-zat organik di dalam tanah, maka sampah organik dapat dibersihkan dengan mengubur dalam-dalam sampah organik tersebut, contoh sampah organik :

 - Daun-daun tumbuhan
 - Ranting-ranting tumbuhan
 - Akar-akar tumbuhan

b. Membersihkan Sampah Non Organik Sampah non organik adalah sampah yang tidak dapat hancur (dimakan oleh zat organik) dengan sendirinya, maka sampah non organik dapat dibersihkan dengan membakar sampah tersebut dan lalu menguburnya.
 E. Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
 Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang essensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan. Lingkungan memberikan kontribusi terbesar terhadap timbulnya masalah kesehatan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
Makalah Kesehatan Lingkungan
 A. Simpulan
Kesehatan lingkungnan yaitu bagian integral ilmu kesehatan masyarakat yang khusus menangani dan mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam keseimbangan ekologis.

Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan

- Tidak mencemari air dengan membuang sampah disungai
- Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
- Mengolah tanah sebagaimana mestinya
- Menanam tumbuhan pada lahan-lahan kosong

Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang essensial di samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan

Nah gimana?? di atas itu merupakan contoh Makalah Kesehatan Tentang Lingkungan, semoga bermanfaat bagi anda dan kita semua, kalo ada yang salah saya mohon maaf, sebaiknya anda cek terlebih dahulu..
Read More

Monday, November 26, 2012

Materi Tentang Metabolisme Protein

Untuk Bahan diskusi Teman2 Bisa Donlot materi Metabolisme Berikut
Ambil Materi tentnag Metabolisme Protein : di sini Susan

Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam makhluk hidup, mulai makhluk hidup bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan; sampai mkhluk yang susunan tubuhnya kompleks seperti manuasia. Di dalam proses ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya.

Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian (katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain yang penting dalam metabolisme adalah peranannya dalam penawaracunan atau detoksifikasi, yaitu mekanisme reaksi pengubahan zat yang beracun menjadi senyawa tak beracun yang dapat dikeluarkan dari tubuh.

Anabolisme dibedakan dengan katabolisme dalam beberapa hal:
  • • Anabolisme merupakan proses sintesis molekul kimia kecil menjadi molekul kimia yang lebih besar, sedangkan katabolisme merupakan proses penguraian molekul besar menjadi molekul kecil
  • • Anabolisme merupakan proses membutuhkan energi, sedangkan katabolisme melepaskan energi
  • • Anabolisme merupakan reaksi reduksi, katabolisme merupakan reaksi oksidasi
  • • Hasil akhir anabolisme adalah senyawa pemula untuk proses katabolisme.

Metabolisme Yang Lain Nnti Menyusul
Read More

pengertian Virus Manusia dan penjelasanya secara menyeluruh

VIRUS
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Dokument Lengkapnya Bisa di DONLOt di sini Susanti
Read More

Friday, November 23, 2012

2 cara melakukan pengujian mutu giemza untuk pewarnaan DDR

Ada dua cara untuk melakukan pengujian mutu giemza yang akan digunakan untuk pewarnaan DDR :
  • 1. melakukan pewarnaan pada 1-2 sediaan darah, kemudian diperiksa di bawah mikroskop. jika hasilnya sesuai dengan kriteria standar pewarnaan yang baik (hasil pewarnaan), berarti mutu giemza masih bagus dan dapat digunakan. Pengijian seperti ini perlu dilakukan setiap kali akan melakukan pewarnaan yang banyak (massal).
  • 2. Giemza ditest dengan menggunakan kertas saring Whatmann no. 2 dan methanol.
Kertas saring diletakkan diatas petridish, diusahakan bagian tengahnya tidak menyentuh sesuatu. Diteteskan 1-2 tetes giemza stok pada kertas saring. tunggu sampai meresap dan menyebar. Teteskan 3-4 tetes methanol absolut di tengah bulatan giemza perlahan dengan jarak waktu beberapa detik sampai garis tengah giemza menjadi 5-7 cm, jika mutu giemza masih bagus maka akan terbentuk:
  • Lingkaran biru (methilen blue) di tengah
  • Lingkaran cincin ungu (methilen azur) diluarnya, serta
  • Lingkaran tipis warna merah (eosin) pada bagian tepi
  • Jika warna merah atau ungu tidak terbentuk berarti giemza sudah rusak
Read More

Saturday, November 17, 2012

STANDAR KOMPETENSI ANALIS KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI ANALIS KESEHATAN

Sudah sering kita mendengar istilah "kompeten" dan "kompetensi". Lalu apa maksud dari kedua kata itu? Kompeten adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. Sedangkan kompetensi adalah apa yang seorang mampu kerjakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari satu pekerjaan. Kinerja atau hasil yang diinginkan dicapai dengan perilaku ditempat kerja yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), sikap (attitude) dan sifat-sifat pribadi lainnya.
Secara umum, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Yang dimaksud dengan kompetensi adalah : seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Kompetensi profesional didapatkan melalui pendidikan, pelatihan dan pemagangan dalam periode yang lama dan cukup sulit, pembelajarannya dirancang cermat dan dilaksanakan secara ketat, dan diakhiri dengan ujian sertifikasi (Keputusan Mendiknas Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi).
Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah pernyataan yang menguraikan keterampilan dan pengetahuan yang harus dilakukan saat bekerja serta penerapannya, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh tempat kerja (industri).
Dimensi Kompetensi
  • Mampu melakukan tugas per tugas (task skills). Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik.
  • Mampu mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam melaksanakan pekerjaan (task management skills). Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik.
  • Mampu menanggapi kelainan dan kerusakan dalam pekerjaan sehari-hari (contingency management skills). Contoh : Sedang memindahkan biakan, gas habis. Menggunakan lampu spiritus untuk sterilisasi ose.
  • Mampu mengahadapi tanggung jawab dan harapan dari lingkungan kerja termasuk bekerjasama dengan orang lain (Job role Environment Skills). Contoh : Biakan tumpah, menangani tumpahan (didisinfeksi) sehingga tidak membahayakan dirinya dan orang lain / lingkungan.
  • Mampu mentransfer kompetensi yang dimiliki dalam setiap situasi yang berbeda /situasi yang baru/ tempat kerja yang baru (transfer skills/adaptation skills). Contoh : Memindahkan biakan bakteri dalam safety cabinet.
Tujuan dan Manfaat Standar Kompetensi
  1. Dasar pemberian rekomendasi kewenangan pelayanan bagi tenaga kesehatan.
  2. Dasar pelaksanaan uji kompetensi tenaga kesehatan.
  3. Jembatan kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan implementasi kewenangan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.
  4. Pedoman CPD (Continuing Profesional Development) bagi organisasi profesi.
  5. Sebagai salah satu alat untuk skrining tenaga kesehatan asing yang akan beri pelayanan kesehatan
Standar Kompetensi Analis Kesehatan
  • Ilmu pengetahuan yang melatarbelakangi dan berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan
  • Kemampuan untuk merancang proses teknik operasional
  • Dapat merancang alur kerja pengujian/pemeriksaan mulai tahap pra analitik, analitik, sampai dengan paska analitik.
  • Membuat SOP, Manual Mutu, indikator kinerja dan proses analisis yang akan digunakan.
  • Kemampuan melaksanakan proses teknik operasional.
  • Melakukan pengambilan spesimen :pengetahuan persiapan pasien
  • Penilaian terhadap spesimen (memenuhi syarat atau tidak).
  • Pelabelan, pengawetan, fiksasi, pemrosesan, penyimpanan, pengiriman
  • Dapat melakukan pemilihan alat, alat bantu, metode, reagent untuk pemeriksaan atau analisa tertentu.
  • Dapat mengerjakan prosedur laboratorium
  • Dapat memahami cara kerja dan menggunakan peralatan dalam proses teknis operasional
  • Mengetahui cara-cara kalibrasi dan cara menguji kelaikan alat
  • Dapat memelihara alat dan menjaga kinerja alat tetap baik
  • Kemampuan untuk memberikan penilaian (judgement) hasil proses teknik operasioanl.
  • Mampu menilai layak dan tidak hasil pemeriksaan, pemantapan mutu yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan proses selanjutnya
  • Mampu menilai proses pemeriksaan atau rangkaian pemeriksaan. Diterima tidaknya suatu hasil atau rangkaian hasil pemeriksaan
  • Kemampuan komunikasi dengan pelanggan atau pemakai jasa, seperti pasien, klinisi, mitra kerja, dll.
  • Mampu mendeteksi secara dini :
  • munculnya penyimpangan dalam proses operasional
  • terjadinya kerusakan media, reagent alat yang digunakan atau lingkungan pemeriksaan
  • mampu menilai validitas (kesahihan) suatu hasil pemeriksaan atau rangkaian hasil pemeriksaan
  • Kemampuan untuk melakukan koreksi atau penyesaian terhadap masalah teknis operasional yang muncul.
  • Kemampuan menjaga keselamatan kerja dan lingkungan kerja
  • Kemampuan administrasi
Tugas Pokok Analis Kesehatan
Analis Kesehatan bertugas melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunoserologi, patologi anatomi (histology, histopatologi, imunopatologi, histokimia), toksikologi, kimia lingkungan, biologi dan fisika. Di dalam pelayanan laboratorium, Analis Kesehatan melakukan pengujian/analisis terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia yang tujuannya adalah menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor yang berpengaruh pada kesehatan perorangan atau masyarakat
Peran Analis Kesehatan
  • Pelaksanaan teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan
  • Penyelia teknis operasional laboratorium kesehatan
  • Peneliti dalam bidang laboratorium kesehatan
  • Penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan (Promotion Health Laboratory)
Analis Kesehatan Sebagai Profesi
  1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat bersifat khusus atau spesialis.
  2. Melalui jenjang pendidikan tinggi.
  3. Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat.
  4. Mempunyai kewenangan yang sah, peran dan fungsi jelas.
  5. Mempunyai kompetensi jelas dan terukur.
  6. Memiliki organisasi profesi, kode etik, standar pelayanan, standar praktek, standar pendidikan.
Standar Profesi Analis Kesehatan
  1. Profesionalisme : tuntutan profesi sebagai jawaban memenangkan kompetisi GLOBAL
  2. Standar mutu : berlaku bagi semua Analis Kesehatan di Indonesia
  3. Melindungi pasien/klien & masyarakat dari pelayanan yg tidak profesional
  4. Melindungi Analis Kesehatan dari tuntutan klien
  5. Penapisan Ahli Laboratorium asing
Kewajiban Analis Kesehatan
  • Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen.
  • Melaksanakan uji analitik terhadap reagen maupun terhadap spesimen, yang berkisar dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks.
  • Mengoperasikan dan memelihara peralatan laboratorium dari yang sederhana sampai dengan yang canggih.
  • Mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji.
  • Mengevaluasi teknik, instrumen dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya.
  • Membantu klinisi dalam pemanfaatan yang benar dari data laboratorium untuk memastikan seleksi yang efektif dan efisien terhadap uji laboratorium dalam menginterpretasi hasil uji.
  • Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium.
  • Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang Teknik kelaboratoriuman.
  • Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan.
Kemampuan yang Harus Dimiliki Analis Kesehatan
  • Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan.
  • Keterampilan dan pengetahuan dalam pengambilan spesimen, termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan), labeling, penanganan, pengawetan, atau fiksasi, pemrosesan, penyimpanan dan pengiriman spesimen.
  • Keterampilan dalam melaksanakan prosedur laboratorium.
  • Keterampilan dalam melaksanakan metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar.
  • Keterampilan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alat, kalibrasi dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan.
  • Keterampilan dalam pembuatan uji kualitas media dan reagen untuk pemeriksaan laboratorium.
  • Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium.
  • Kewaspadaan terhadap faktor yang mempengaruhi hasil uji.
  • Keterampilan dalam mengakses dan menguji keabsahan hasil uji melalui evaluasi mutu spesimen, sebelum melaporkan hasil uji.
  • Keterampilan dalam menginterpretasi hasil uji.
  • Kemampuan merencanakan kegiatan laboratorium sesuai dengan jenjangnya.
Read More

Wednesday, November 14, 2012

Analis Poltekes makassar akan melakasanakan Baksos Di Bone

Anak tingkat 3 akan mengadakan bakti sosial di bone tepatnya tanggal 15 sampai 18 november 2012, di dusun palakka dan dusun simpedu desa sengeng palie kecamatan lamuru. kab. bone.
 Perjalanan Ke Bone CEKLOK
Tema Kegiatan : 
Meningkatkan Derajat kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan laboratorium
baksos Analis Kesehatan SusanKegiatan Ini di ikuti oleh 100 mahasiswa analis kesehatan poltekes makassar angkatan 2010. kegiatan ini di dampingi oleh 2 orang dosen sebagai penganggung jawab. sebut saja namanya dosen kita tercinta pak nurdin dan ibu novi.

latar belakang dari kegiatan ini merupakan program dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan (HMJ-AK) 2011/2012 khususnya program kerja departemen Humas HMJ-AK (Hubungan masyarakat). penanggung jawab atau ketua paniti dari kegiatan ini yaitu Hari Hardi.

Adapun Tujuan dari kegiatan ini yaitu:
  1. sebagai bentuk pengaplikasian dari hasil bangku kuliah yang telah di dapatkan
  2. sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat khususnya di bidang kesehatan
  3. dapat memeberikan info tentang pembelajaran analis kesehatan
  4. sasaran masyarakat yang akan kami periksa yaitu 200 kepala keluarga 
Jenis Pemeriksaan :

  1. Gula Darah Sewaktu (GDS)
  2. Pemeriksaan Tuberculosis (TBC)
  3. Pemeriksaan jamur
  4. Pemeriksaan Golongan darah
  5. Pemeriksaan parasit (Telur cacing)
  6. Pemeriksaan Hemoglobin (HB)
  7. Pemeriksaan Tensi

Kami  ucapkan terimakasih kepada :
  1. Direktur Poltekes kemenkes makassar
  2. Ketua Jurusan Analis Kesehatan Potekes makassar
  3. Koordinator kemahasiswaan Analis Kesehatan Potekes makassar
  4. Para dosen Analis Kesehatan Potekes makassar
  5. Bupati Kabupaten Bone
  6. Kapolsek Bone
  7. Kepala Desa Kecamatan lamuru
  8. Rekan-rekan Panitia
yang telah membantu kami dalam merealisasikan program kegiatan ini. Semoga baksos ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan Aminn...
 Tempat Kegiatan Baksos Analis Kesehatan
Read More

Sunday, November 11, 2012

Update Makalah Kesehatan Masyarakat

Contoh Makalah Kesehatan Masyarakat
  • Hak Kesehatan Reproduksi, Definisi, Tujuan, Permasalahan, Dan Faktor-Faktor Penghambatnya. [ AMBIL DINI ]
  • Masalah Kehamilan Pranikah Pada Remaja Ditinjau Dari Kesehatan Reproduksi. [ AMBIL DISINI ]
  • Hak Dan Kesehatan Reproduksi Serta Permasalahannya Di Indonesia. [ AMBIL DISINI]
  • Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di Proyek Industri Jasa Konstruksi. [ AMBIL DISINI]
  • Menetapkan Permasalahan Penelitian Kesehatan Masyarakat. [ AMBIL DISINI]
Semoga artikel kumpulan Contoh Makalah Kesehatan Masyarakat bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan :)
Read More

Wednesday, November 7, 2012

Contoh 10 JUDUL KARYA TULIS ILMIAH UNTUK Analis Kesehatan

silahkan memilih
  1. PEMERIKSAAN JAMUR Trichophyton rubrum DAN Trichophton mentagrophytes PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA NELAYAN DI ...
  2. PENGUJIAN KADAR SIKLAMAT PADA ES KRIM PUTER YANG DIJAJAKAN DI ...
  3. UJI EFEK ANTIBAKTERI AIR PERASAN LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis.Miller) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus PENYEBAB BISUL (Furunkel)
  4. PERHITUNGAN JUMLAH Bacteri Coliform PADA MINUMAN RINGAN (LIMUN) TANPA IZIN PRODUKSI YANG BEREDAR DI ...
  5. PERHITUNGAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM DENGAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) DALAM ES KRIM PUTER YANG BEREDAR DI ...
  6. GAMBARAN TELUR CACING ASCARIS LUMBRICOIDES DAN TRICHURIS TRICHIURA PADA SISWA-SISWI SDN
  7. PENGARUH SUHU TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) METODE WESTERGREEN
  8. GAMBARAN ANEMIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL XXX
  9. PEMERIKSAAN TITIK BASOFIL (BASOPHILIC STIPPLING) SEBAGAI UPAYA SCREENING TEST KERACUNAN TIMBAL (PB) DALAM DARAH PEDAGANG ASONGAN DI ...
  10. PEMERIKSAAN TELUR CACING ASCARIS LUMBRICOIDES DAN TRICHURIS TRICHIURA PADA AIR KOLAM YANG TERDAPAT JAMBAN CEMPLUNG DI...
Read More

Sunday, November 4, 2012

Contoh Judul Skripsi Kesehatan

Judul Skripsi Kesehatan
  • Pengaruh Terapi Psikis terhadap tingkat kecemasan klien gangguan jiwa di rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.
  • Hubungan Antara Tingkat ster lansia dengan kejadian hipertensi pada lansia di panti sosial Sungguminasa Gowa 2011.
  • Hubungan antara persepsi dan sikap suami tentang asuhan kehamilan dengan dukugan sosial suami dalam asuhan kehamilan di Puskesmas Sudiang Makassar 2011.
  • Hubungan komunikasi terapeutik dalam tindakan keperawatan dengan tingkat kepuasan klien ruang rawat inap RSU Salewangang Maros 2010.
  • Hubungan antara dukungan sosial keluarga sebagai pengawas minum obat dengan kepatuhan berobat penderita TBC di Selayar 2011.
  • Hubungan beban kerja dengan pelaksanaan asuhan keperawatan gawat darurat di Rumah sakut umum kallong tala Gowa.
  • Hubungan tingkat pengetahuan tentang infeksi dan penolong persaliann dengan sikap Ibu dalam pemilihan penolong persalinan di Desa Bonto marannu maros 2011.
  • Hubungan antara kesiapan mental dengan perubahan aspek psikososial lansia pasca longsor bawakaraeng di parigi Gowa
  • Pengaruh komunikasi terapeutik terhadap prilaku kooperatif anak usia sekolah dalam pencabutan gigi di Puskesmas Mandai maros.
  • Pengaruh penyuluhan tentang pijat bayi terhadap prilaku ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri di Posyandu Mangga Tiga biring kanaya Makassar.
Itulah sedikit contoh judul skripsi kesehatan, semoga artikel ini tentunya memberikan manfaat bagi kita semua.

Read More

Tuesday, June 5, 2012

tuberculosis PEMERIKSAAN UNTUK MENDIGANOSA TBC


 PEMERIKSAAN UNTUK MENDIGANOSA TBC

Untuk mediagnosa penyakit tuberkulosis dapat di lakukan berbagai pemeriksaan yang akan di paparkan di bawah ini, namun yang lebih di tekankan dalam mendiagnosa adanya penyakit TBC adalah indikasi gejala klinis, sebab gejala klinis yang mendukung ditambah dengan hasil pemeriksaan lain barulah dapat di tentukan diagnosa penyakit TBC, untuk mengetahui gejala klinik penyakit TBC, dapat di baca pada posting saya sebelumnya...DISINI
 1.Pemeriksaan  bakteriologi
untuk  menemukan  kuman  tuberkulosis  mempunyai  arti  yang sangat penting dalam menegakkan diagnosa.

Bahan - Bahan atau spesimen untuk pemeriksaan bacteriologi

Untuk  mendapatkan  hasil  yang  diharapkan  perlu  diperhatikan  waktu  pengambilan,  tempat penampungan,  waktu  penyimpanan  dan  cara  pengiriman  bahan  pemeriksaan.
Pada pemeriksaan laboratorium tuberkulosis ada beberapa macam bahan pemeriksaan yaitu:
·         Dahak 
Memeriksa dahak  secara  mikroskopis pada  3 spesimen  yang di  kenal dengan  istilah SPS
   (sewaktu-pagi-sewaktu)
         Dahak  yang  baik  untuk  di  periksa  adalah  dahak  yang  mukopurulen  (  nanah  berwarna  
         hijau  kekuning-  kuningan)  bukan  ingus  juga  bukan  ludah,  jumlahnya  3-5ml  tiap
         pengambilan.

         Pada  orang  dewasa  harus  diperiksa  3  spesimen  dahak  dalam  waktu  2  hari  berturut-
         turut.
                -sewaktu  :  Dahak  di  kumpulkan  pada  saat  suspek  TBC  datang  berkunjung
                                  pertama  kali datang   pelayanan kesehatan. Pada saat pulang suspek
                                  membawa sebuah pot untuk mengumpulkan dahak hari kedua.
                - pagi       : Dahak  di kumpulkan di  rumah  pada  pagi  hari  kedua,  segera  setelah
                                  bagun  tidur.
                                  Pot tersebut diantar sendiri ke laboratorium pelayanan kesehatan.
                - Sewaktu : Dahak  di  kumpulkan  pada  hari  pada  saat  menyerahkan  dahak  pagi
                                  kepada pihak pelayanan kesehatan

2.cairan pleura
         Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien efusi pleura untuk menegakkan diagnosis
3.liquor cerebrospinal
4.bilasan bronkus,
5.bilasan lambung
          Air  kuras  lambung, Umumnya  anak-anak  atau  penderita yang tidak dapat mengeluarkan
          dahak.  Tujuan  dari  kuras  lambung  untuk  mendapatkan  dahak  yang  tertelan.
          Dilakukan  pagi hari sebelum makan dan harus cepat dikerjakan
6.urin
          Air  Kemih,  Urin  pagi  hari,  pertama  kali  keluar,  merupakan  urin  pancaran  tengah.
          Sebaiknya urin kateter.
7.jaringan biopsi.
           Pemeriksaan  ini  dilakukan  untuk membantu  menegakkan diagnosis  tuberkulosis.  Bahan
           jaringan dapat diperoleh melalui biopsi atau otopsi
8.kurasan bronkoalveolar,


Pemeriksaan bakteriologi dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan mikroskopis dan biakan
a.Pemeriksaan Mikroskopis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJWm6EvXjsWwguUnDUOHP06EGf81R0NnIqygtox0BD4x9-Lt4wnt1M9Sb_GbcPboPwKGDWhtcteqiAxpKytpBNGWvoo3I48-thSyXpdr9SLlesczkTfJEXNLs5_IbkTRbu0xCpL5Gk-gA/s200/Mycobacterium-tuberculosis_pic.jpg


Pemeriksaan  ini  adalah  pemeriksaan  hapusan  dahak  mikroskopis  langsung  yang merupakan metode diagnosis standar dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen. Pemeriksaan ini untuk
mengidentifikasi  BTA  yang  memegang  peranan  utama  dalam  diagnosis  TB  Paru. Selain  tidak  memerlukan  biaya  mahal,  cepat,  mudah  dilakukan,  akurat,  pemeriksaan mikroskopis  merupakan teknologi diagnostik  yang paling sesuai  karena mengindikasikan derajat penularan, risiko kematian serta prioritas
   pengobatan.
   Pemeriksaan  dahak  dilakukan  selama  3  x  yaitu  2  bulan  setelah  pengobatan,  5  bulan
   setelah pengobatan dan  6 bulan setelah pengobatan. Pemeriksaan BTA  dahak  penderita
   dilakukan oleh petugas laboratorium Puskesmas.

b.Pemeriksaan biakan kuman
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtUUgKgsN36Uu9z1FxgfnvNENG70sVxwnhKwzl-C2RZ81ohbCZ3tUbGWPZ9_F_Y5A5CZSUPYEy2WkfhaYnTBpItN-3ZQtIeEw6LDtXkc55ZRe68ctocRhzp03MMx79iV2PB3W7RJBMbSw/s1600/bi.png


Kultur (biakan), Media yang biasa dipakai adalah media padat Lowenstein Jesen. Dapat  pula  Middlebrook  JH11,  juga  sutu  media  padat.  Untuk  perbenihan  kaldu  dapat dipakai Middlebrook JH9 dan JH 12. Melakukan  pemeriksaan  biakan  dimaksudkan  untuk  mendapatkan  diagnosis  pasti  dan dapat  mendeteksi  mikobakterium  tuberkulosis  dan  juga
Mycobacterium Other  Than Tuberculosis (MOTT)

c.Uji  kepekaan  kuman  terhadap  obat-obatan  anti  tuberkulosis, tujuan  dari  pemeriksaan  
   ini, mencari obat-obatan yang poten  untuk terapi penyakit tuberkulosis.

2.  Pemeriksaan darah
           Hasil  pemeriksaan  darah  rutin  kurang  menunjukan  indikator  yang  spesifik  untuk tubercolosis. Laju  Endap  Darah (  LED  )  jam  pertama  dan  jam kedua  dibutuhkan. Data ini dapat  di  pakai  sebagai  indikator  tingkat  kestabilan  keadaan  nilai  keseimbangan penderita,  sehingga  dapat  digunakan  untuk  salah  satu  respon  terhadap  pengobatan penderita  serta  kemungkinan  sebagai  predeteksi  tingkat  penyembuhan  penderita.
Demikian  pula  kadar  limfosit  dapat  menggambarkan  daya  tahan  tubuh  penderita.  LED
sering  meningkat  pada  proses  aktif,  tetapi  LED  yang  normal  juga  tidak  menyingkirkan
diagnosa TBC


  3.uji tuberculin

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRze_4TSawsnd4SQ_U8HnSvw84CZYccUWoT5X1mXV1v3Aj5PTy8765bEAj4ppysd_jm4UfXJal1lNaYsgMH0Yg5jB3Ovu1I-szabFv5YcD512zWNZ6qg0VFOxAq6YZOb3JEciiUdeaQKE/s200/clip-image002-thumb71.jpg
 Pada  anak,  uji  tuberkulin  merupakan  pemeriksaan  paling  bermanfaat  untuk menunjukkan  sedang/pernah  terinfeksi Mikobakterium  tuberkulosa dan  sering digunakan dalam "Screening  TBC". Efektifitas  dalam  menemukan infeksi TBC  dengan uji tuberkulin adalah lebih dari 90%.

Penderita  anak  umur  kurang  dari  1  tahun  yang  menderita  TBC  aktif  uji  tuberkulin positif  100%,  umur  1–2  tahun  92%,  2–4  tahun  78%,  4–6  tahun  75%,  dan  umur  6–12 tahun 51%.  Dari persentase tersebut dapat dilihat bahwa semakin besar usia anak maka hasil uji tuberkulin semakin kurang spesifik.

Ada beberapa cara  melakukan  uji tuberkulin, namun  sampai sekarang cara mantoux lebih  sering  digunakan.  Lokasi  penyuntikan  uji mantoux umumnya  pada  ½  bagian  atas lengan  bawah  kiri  bagian  depan,  disuntikkan intrakutan(ke  dalam  kulit).
Penilaian  uji tuberkulin  dilakukan  48–72  jam  setelah  penyuntikan  dan  diukur  diameter  dari
pembengkakan (indurasi) yang terjadi.
            Uji  tuberkulin  hanya  berguna  untuk  menentukan  adanya  infeksi  TB,  sedangkan
penentuan  sakit  TB  perlu ditinjau dari  klinisnya  dan ditunjang  foto  torak.  Pasien  dengan hasil  uji  tuberkulin  positif  belum  tentu  menderita  TB.  Adapun  jika  hasil  uji  tuberkulin negatif,  maka  ada  tiga  kemungkinan,  yaitu  tidak  ada  infeksi  TB,  pasien  sedang mengalami masa inkubasi infeksi TB, atau terjadi alergi.

Penilaian hasil uji tuberculin test :


   1.  Pembengkakan (Indurasi)   : 0–4 mm,uji mantoux negatif.
        Arti klinis : tidak ada infeksi Mikobakterium tuberkulosa
   2.  Pembengkakan (Indurasi)  : 3–9 mm,uji mantoux meragukan.
        Hal ini bisa karena kesalahan teknik, reaksi atau silang dengan Mikobakterium atipik setelah
        vaksinasi BCG.
   3.  Pembengkakan (Indurasi)   : = 10 mm,uji mantoux positif.
        Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa




4.  Pemeriksaan radiologis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8OMbwMLN5MH_0GdeBZl0P6vy7tTYgJQkyeu2qVKApFA8VJJ2vsqZqLLQE9wABYyHJ4CTnfc3BH41rWx1Ie1gD5q9Ha2sfYzLJemq-EK800v1UoyueSIhDrTEnpa2nGHzp6YYjwE3ywyY/s1600/bi.png
Pemeriksaan  standar  ialah  foto  toraks.  Pemeriksaan  lain  atas  indikasi:  fotolateral,  top lordotik,  oblik,  CT  Scan.  Pada  pemeriksaan  foto  toraks,  tuberkulosis  dapat  memberi gambaran bermacam-macam bentuk.

Gambaran radiologi yang di curigai lesi TBC aktif
         -  Bayangan berawan atau nodular di segmen apical  dan posterior lobus    atas paru dan            
            segmen superior lobus bawah
         -  Kapitas, terutama lebih dari satu di kelilingi bayangan berawan atau noduler
         -  Bayangan bercak miler
         -  Efusi pleura unilateral

Gambaran radiologi yang di curigai lesi TB inaktif
         -  Fibrotik pada segmen apikal dan posterior lobus atas
         -  Kalsifikasi atau fibrotik
         -  Fibrothorak dan atau penebalan pleura

Indikasi Pemeriksaan Foto Toraks
         Pada  sebagian  besar  TB  paru,  diagnosis  terutama  ditegakkan  dengan  pemeriksaan
         dahak  secara mikroskopis  dan  tidak  memerlukan  foto  toraks.  Namun  pada  kondisi
         tertentu  pemeriksaan  foto toraks perlu dilakukan sesuai dengan indikasi sebagai berikut:

                -  Hanya 1  dari  3 spesimen  dahak  SPS hasilnya BTA positif.  Pada  kasus ini
                    pemeriksaan foto toraks dada diperlukan untuk mendukung diagnosis TB paru BTA
                    positif.
                -  Ketiga  spesimen  dahak  hasilnya  tetap  negatif  setelah  3  spesimen  dahak  SPS   
                   pada pemeriksaan  sebelumnya  hasilnya  BTA  negatif  dan  tidak  ada  perbaikan  
                   setelah pemberian antibiotika non OAT(non fluoroquinolon
                -  Pasien  tersebut  diduga  mengalami  komplikasi  sesak  nafas  berat  yang  
                   memerlukan penanganan  khusus  (seperti:  pneumotorak,  pleuritis  eksudativa,  efusi
                   perikarditis atau  efusi  pleural)  dan  pasien  yang  mengalami  hemoptisis  berat
                  (untuk menyingkirkan bronkiektasis atau aspergiloma



5.pemeriksaan khusus

a.BACTEC
   Merupakan  pemeriksaan  teknik  yang  lebih  terbaru  yang  dapat  mengidentifikasi kuman
   tuberkulosis  secara  lebih  cepat.  Metode  yang  digunakan  adalah  metode radiometrik.  M.  
   Tuberkulosis  metabolisme  asam  lemak  yang  kemudian menghasilkan  CO2  yang  akan
   dideteksi growth  indexnya  oleh  mesin  ini.  Sistem  ini dapat menjadi salah satu alternatif
   pemeriksaan biakan secara cepat untuk membantu menegakkan diagnosis dan melakukan uji
   kepekaan.

b.PCR
   Pemeriksaan ini adalah teknologi canggih yang dapat mendeteksi DNA, termasuk DNA  M.
   Tuberkulosis.  Salah  satu  masalah  dalam  pelaksanaan  teknik  ini  adalah kemungkinan
   kontaminasi.  Hasil  pemeriksaan  PCR  dapat  membantu  untuk menegakkan  diagnosis
   sepanjang  pemeriksaan  tersebut  dikerjakan  dengan  cara benar dan sesuai dengan standar
   internasional.
   Pada  tuberkulosis pasca primer,  penyebaran  kuman  terjadi  secara  bronkogen, sehingga
   penggunaan  sampel  darah  untuk  uji  PCR  tidak  disarankan.  Sebaliknya  bila sampel  yang
   diperiksa  merupakan  dahak  dari  penderita  yang  dicurigai  menderita tuberkulosis  paru,
   masih  ada  beberapa  faktor yang  perlu dipertimbangkan  sebelum menggunakan PCR sebagai
    sarana diagnosis tuberkulosis paru

c.PEMERIKSAAN SEROLOGI

   -ELISA
           Teknik ini merupakan salah satu uji serologi yang dapat mendeteksi respons humoral berupa
            proses  antigen  antibodi  yang terjadi.  Kelemahan  utama  dari  teknik  ELISA  ini adalah
            pengenceran  serum  yang  tinggi dan  perlu  dilakukan  untuk  mencegah  ikatan
            nonspesifik dari imunoglobulin manusia pada plastik

-Immuno crhomotografi tuberculosis (ITC)

           Uji ICT adalah uji serologi  untuk mendeteksi  antibodi  M. Tuberkulosis  dalam serum.
           Uji  ini  merupakan  uji  diagnostik  tuberkulosis  yang  menggunakan  5  antigen  spesifik
            yang berasal dari membran sitoplasma M. Tuberculosis

-PAP (peroksidase anti peroksidase)

           Uji ini merupakan salah satu jenis uji yang mendeteksi reaksi serologi yang terjadi

-Mycodot
         Uji ini mendeteksi antibodi antimikobakterial di dalam tubuh manusia. Uji ini menggunakan
         antigen lipoarabinomanan yang ditempel dengan alat yang  berbentuk sisir plastik

-Ig G TB
         Uji ini adalah salah  satu  pemeriksaan serologi  dengan  cara  mendeteksi  antibodi IgG
         dengan antigen spesifik untuk mikobakterium tuberkulosis. Di luar negeri metode ini lebih
         sering  digunakan  untuk  mendiagnosa TB  ekstraparu, tetapi  kurang  baik  untuk diagnosa
         TB pada anak



Read More

Tuesday, May 29, 2012

penyebab atau gejaladari penyakit Neisseria Meningococcus dan Neisseria Gonorrhoeae


Bakteri adalah mahkluk hidup yang sangat kecil dan hanya dapat lihat oleh mikroskop. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari manusia selalu berhubungan dengan jasad renik dari alam dunia yang tak terlihatoleh mata biasa tersebut.

Jika manusia mendapat kesempatan untuk melihat dunia yang ada di bawah pandang sebuah lensa mikroskop yang kuat, akan terlihat sebuah dunia yang baru, seperti halnya jika kita memperhatikan dunia tumbuhan dan hewan. Dunia baru tersebut dihuni oleh berbagai jasad renik yang demikian kecilnya sehingga dalam setetes air atau susu pun kita dapat menemukan beribu-beribu atau berjuta-juta jasad renik. organisme tersebut dapat membuat orang sehat menjadi sakit, benda-benda keras menjadi lunak, makanan yang baik menjadi tidak sedap,berbau dan tidak aman untuk dikomsumsi,dsb. Untuk itu pengetahuan tentang bakteri sangat penting bagi kehidupan manusia.

Family Neisseriaceae mencakup special Neisseria dan Moraxella (Branhamella) catarrhalis disamping spesies Acinetobacter, Kingella dan Moraxella. Neisseria adalah coccus gram negative yang biasanya tampak berpasangan. Neisseria gonorrhoea(gonokokus) dan Neiserria meninngitidis (meningokokus) bersifat patogen pada manusia, bakteri-bakteri ini secara khas ditemukan bersama atau didalam sel polimorfonuklir. Beberapa Neisseria merupakan penghuni normal pada saluran pernapasan manusia, jarang menimbulkan penyakit, dan hidup diluar sel (ekstraseluler).

Gonokokus dan meningokokus memiliki hubungan yang erat, dengan 70% homologi DNA, keduanya dibedakan dengan beberapa tes labortaorium dan sifat khasnya. Meningokokus jarang memiliki plasmid, sedangkan Gonokokus punya. Yang terpenting, kedua spesies ini dibedakan olegh gambaran klinis umum dari penyakit yang ditimbulkannya. Meningokokus secara khas ditemukan di saluran pernapasan abgian atas dan menyebabkan meningitis, sedangkan gonokokus menyebabkan infeksi saluran kelamin.

Ciri khas Neisseria adalah diplococcus gram negatife, tak bergerak, diiametrnya kira-kira 0,8 µm. Bila sendiri-sendiri, coccus berbetuk seperti ginjal, bila organism ini terlihat berpasangan bagian yang rata atau vekung saling berdekatan.

Gonokokus dan Meningokokus paling baik tumbuh pada perbenihan yang mengandung zat-zat organic kompleks seperti darah yang dipanaskan, hemin atau protein hewan dan dalam atmosfer yang mengandung C02 5%. Bakteri ini dengan cepat mati oleh pengeringan, sinar matahari, pemanasan basah dan berbagai desinfektan.
Read More